top of page
  • Ahmad Rifai

Langkah-Langkah Mendesain Packaging


Desain kemasan produk yang baik merupakan salah satu hal penting yang harus selalu diperhatikan oleh seorang produsen. Kemasan sangat menentukan hasil akhir suatu produk di pasaran, bahkan dapat menentukan apakah produk tersebut laris atau tidak. Namun, ada beberapa kendala yang membuat umumnya produsen kesulitan membuat kemasan yang sesuai dengan permintaan pasar.


Kendala pertama yang sering dihadapi adalah masalah biaya. Yang kedua dan tidak kalah pentingnya adalah masalah desain. Sering terjadi, seorang produsen memiliki ide pengemasan yang hebat, tetapi desainer tidak mampu mengeksekusi ide tersebut seperti yang diharapkan. Untuk produsen yang modalnya berlebih, menyewa jasa tim desain mungkin bisa menjadi pilihan. Akan tetapi tidak bagi produsen pemula yang baru memulai bisnisnya.


Oleh karena itu, penting bagi pengusaha pemula untuk belajar membuat desain kemasan sendiri. Selain dapat menekan biaya, desain yang diinginkan juga dapat dibuat sesuai dengan yang diharapkan. Nah, inilah panduan langkah demi langkah untuk mendesain kemasan Anda sendiri.


Apa saja Langkah-langkah medesign packaging?


1. PROGRAM PILIH DESAIN PACKING YANG TEPAT

Sebelum mendesain kemasan, hal terpenting yang harus dimiliki tentunya fasilitas yang mendukung proses desain yaitu software atau aplikasi software yang tepat. Memilih program desain yang tepat sangat bergantung pada jenis desain yang ingin Anda buat.


Desainer desain akan mengirimkan desain 2D mereka ke produsen dalam format vektor. Ini karena file vektor dapat diskalakan, sehingga memudahkan untuk membuat template lain menggunakan alat garis dan bentuk dalam program vektor. Rekomendasi dan contoh program vektor yang bisa Anda pilih untuk jenis desain ini adalah Adobe Illustrator atau Ianscape.


Lain cerita jika Anda ingin memvisualisasikan desain Anda dalam 3D, karena sebagian besar perangkat lunak vektor dirancang untuk menghasilkan gambar 2D. Akan tetapi tidak perlu khawatir, karena Anda dapat menggunakan plugin atau program yang berbeda untuk melakukan desain pada tahap ini. Contoh plugin software untuk ilustrator yang dapat membantu Anda membuat desain 3D adalah Esko. Contoh lain yang dapat Anda gunakan untuk menghidupkan desain datar 2D Anda dengan 3D adalah Cinema 4D.


2. BUAT TEMPLATE DIELINE UNTUK DESAIN KEMASAN

Apakah Anda apa itu dieline? Dieline adalah ilustrasi template datar dari garis dan bentuk sederhana. Dieline ini biasanya disatukan dalam program vektor seperti Illustrator. Manfaat dieline dalam desain kemasan adalah untuk menunjukkan di mana templat kemasan harus dipotong, di mana kemasan harus dilubangi, atau di mana kemasan harus dilipat.


Sebagai tip, Anda dapat menggambar dieline pada lapisan yang berbeda. Dan sebaiknya, ganti nama lapisan dieline dalam dokumen ilustrator Anda 'JANGAN CETAK', yang merupakan catatan yang jelas bagi produsen bahwa lapisan ini ditujukan untuk pasca-cetak.

Perlu diketahui juga bahwa dieline ini umumnya digunakan untuk kemasan 3D yang memerlukan pemotongan, pelipatan, atau perforasi, seperti kotak kemasan/kardus, atau bentuk lain yang lebih kompleks. Jadi, jika desain kemasan Anda hanya dalam format 2D (kertas biasa) yang bertujuan untuk langsung ditempelkan ke media atau hanya dicetak, Anda bisa melewati langkah ini.


3. PILIH JENIS BAHAN DAN BENTUK KEMASAN

Desain keren akan lebih maksimal jika dipadukan dengan material yang sesuai. Jenis bahan dan kemasan yang berbeda akan mempengaruhi desain kemasan.



Misalnya, jika Anda ingin mendesain kemasan berbentuk botol yang terbuat dari kaca, maka Anda dapat mendesain kemasan 2 dimensi yang kemudian ditempelkan di bagian luar botol. Kemasan berbentuk kotak merupakan bentuk yang sederhana, sehingga relatif mudah untuk didesain sebagai template 2D saja.

Contoh lain, jika Anda ingin merancang desain kemasan untuk suatu barang dengan bentuk yang agak rumit seperti tabung, plastik, atau tabung, maka Anda memerlukan pengukuran dan pemodelan 3D yang akurat. Hal ini sangatlah dibutuhkan agar Anda dapat menilai dengan tepat bagaimana desain akan terlihat, bahkan pada permukaan yang melengkung.


4. PILIH VENDOR YANG TEPAT

Sudah membuat desain kemasan yang keren, sudah membuat dieline, memilih jenis bahan dan bentuk kemasan. Hanya ada satu langkah terakhir dan sama pentingnya, yaitu memilih vendor!


Penting untuk memilih vendor pencetakan yang tepat, karena kesalahan pencetakan dapat menyebabkan kemasan akhir Anda tidak sesuai dengan desain. Jika sudah menemukan vendor yang tepat, jangan lupa untuk menjalin hubungan baik dengan vendor Anda. Jelaskan dengan tepat bagaimana Anda menginginkan hasil akhirnya, seperti saran mereka tentang bahan terbaik untuk desain kemasan Anda, dan sebagainya.




bottom of page