• Ahmad Rifai

Perbedaan Offset Printing dan Digital Printing


Digital printing merupakan istilah yang sudah sering Anda dengar jika Anda berkecimpung dalam bisnis percetakan. Ya, salah satu cara mencetak ini memang sudah cukup populer di masyarakat.


Berbagai keunggulannya seringkali dibandingkan dengan metode cetak offset yang sebelumnya merajai dunia percetakan. Tentu saja, ada beberapa perbedaan antara pencetakan digital dan pencetakan offset.


Dalam sistem kerja cetak offset adalah metode pencetakan yang dilakukan dengan menggunakan plat film untuk pencetakan. Sedangkan digital printing merupakan metode pencetakan yang sudah menggunakan sistem komputerisasi.


Karena sistem operasi yang berbeda tersebut tentunya akan memberikan dampak yang berbeda bagi konsumen. Bagi Anda yang baru mengenal kedua metode ini, berikut penjelasan sistem kerja serta kelebihan masing-masing metode pencetakan.


Informasi ini diharapkan dapat menambah pengetahuan Anda sehingga Anda dapat lebih bijak dalam menentukan metode pencetakan yang akan digunakan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, cetak offset menggunakan plat film yang terbuat dari plat aluminium sebagai media cetaknya.


Apa Perbedaan Antara Percetakan Digital Printing Dan Offset Printing?

Pada umumnya teknik cetak offset dilakukan dengan cara memindahkan gambar dari pelat offset ke lapisan karet (Blanket) kemudian memindahkannya kembali ke media kertas. Teknik cetak offset menggunakan tinta cair yang setelah proses pencetakan membutuhkan waktu untuk mengering.


Cara ini dapat mencetak dalam jumlah banyak dengan kualitas sempurna dan memiliki akurasi cetak yang stabil. Tak heran jika biaya yang dikeluarkan konsumen cukup tinggi, apalagi jika mencetak dalam jumlah banyak.


Karena sifatnya, biasanya pencetakan ini hanya dilakukan untuk pencetakan berbagai hal yang berhubungan dengan komersial, sehingga hasil cetakannya nantinya dapat menutupi biaya pencetakan.


Dalam proses pencetakan menggunakan cetak offset, biasanya dokumen yang akan dicetak diisi dengan tinta dengan gulungan mesin. Setelah itu, plat film digunakan sebagai media untuk mentransfer dokumen yang akan dicetak ke permukaan media cetak yang dipilih, seperti kertas, plastik, dan sebagainya.


Berikut ini beberapa kekurangan dan kelebihan yang bisa didapatkan jika Anda menggunakan cetak offset:

  • Harganya cukup mahal, biasanya satu plat film hanya bisa digunakan untuk satu area dokumen, satu warna, dan satu jenis. Jadi, semakin banyak area dokumen, penggunaan warna, dan jenis yang dicetak, semakin tinggi harganya. Tidak hanya itu, jenis kertas, ukuran kertas, kualitas warna, dan kombinasi warna juga semakin membuat harga hasil cetakan meroket.

  • Cara cetak ini dapat menghasilkan cetakan dalam jumlah banyak sesuai keinginan konsumen dengan kualitas yang sama.

  • Perbedaan antara digital printing dan offset printing adalah kualitas warna yang dihasilkan tidak cepat pudar dan dapat bertahan lama.

  • Secara matematis, harga yang harus Anda bayar menjadi mahal jika mencetak dalam jumlah sedikit. Sebaliknya, semakin banyak Anda mencetak, semakin rendah harganya.

  • Dapat dicetak pada berbagai jenis kertas dengan berbagai ukuran.

  • Dapat dicetak pada bidang bermotif, bahkan dengan bahan yang sangat tipis.

  • Keakuratan hasil cetak akan lebih terjamin jika menggunakan tinta emas, perak, atau abu-abu.

  • Warna hasil cetakan akan terlihat tajam jika menggunakan tinta full block.

Pencetakan digital

Perbedaan antara digital printing dan offset printing adalah mesin digital menggunakan sistem komputerisasi dalam proses pencetakannya, tidak menggunakan plat film. Tak heran jika harganya lebih murah dibanding cetak offset meski mencetak dalam jumlah sedikit.

Biasanya cara ini banyak digunakan oleh printer murah yang banyak bermunculan di kota-kota besar. Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan lain dari metode digital printing.

  • Anda dapat langsung mencetak hasil desain secara langsung sesuai keinginan. Namun, ketajaman hasil cetakan sangat bergantung pada kualitas desain. Oleh karena itu, sebelum mencetak, pastikan kualitas desainnya cukup baik.

  • Format warna yang digunakan tidak bisa sembarangan. Anda harus membuat semua desain dalam format warna CMYK untuk hasil terbaik.

  • Proses pencetakan tidak memakan waktu lama, apalagi jika jumlah cetakannya cukup sedikit.

  • Lebih aman dan ramah lingkungan, karena tidak membutuhkan banyak tinta, kertas, atau peralatan lainnya.

Itulah perbedaan antara digital printing dan offset printing. Dengan informasi percetakan ini, kini Anda tentu sudah memiliki gambaran metode mana yang lebih cocok untuk proyek atau bisnis Anda, bukan? Cetak offset atau cetak digital? Demikian penjelasan mengenai perbedaan Digital Printing dan Offset Printing.